Rabu, 16 Februari 2011

nightmare in midnight"

ya, ku mau sebotol penuh”“tapi ini bisa membahaykan mu nak””ku tau cara menggunakannya, ku membutuhkan itu. Karena jika tidak aku tidak tau apa yang selanjutnya terjadi padaku.”“hm,, yaah, baiklah tapi jangan terlalu over”   
                           Setelah hamper 2 jam aku berdebat dg apoteker tua ini, kahirnya ku mendakan obat yang ku butuhkan. Hm… obat tidur, inilah yang sangat ku butuhkan. Semuanya berawal 1 bulan yang lalu, tepatnya ketika aku pindah ke kota ini, saat itu hampir tengah malam, entah kenapa tiba-tiba telinga ku berdenging dan mataku berkunang-kunagn, ku piker mungki ku kelelahan dan mengantuk, tapi aku tau aku sama sekali tidak mengantuk. Lama kelamaan telingaku semakin berdenging kencang, pikiran ku serasa kosong dan tepat tengah malam dada ku terasa  sesak. Saat itu kusadari mungkin tbuh ku benar-benar lelah. Aku butuh tidur, itulah pikirku. Semenjak hari itu aku selalu tidur dibawah jam tengah malam, dank u rasa stamina ku sudah cukup. Ku benar-benar sudah siap untuk berdagang hingga pagi menonton acara tv yang sngat ku suka..                                 hari itu, aku yakin dengan diriku, ku membuat segelas besar kopi pahit dan mulai menonton, semua berjalan lancer. Ku merasa hal baik akan dating. Mata dan tubuhku semuanya mampu diajak kompromi, tapi semuanya hanya sementara. Tepat 10 menit sebelum tengah malam, hal yangku rasakan saat itu berulangkembali. Rasanya sungguh aneh dan menyakitkan. Kali ini mataku benar-benar tidak bisa tidur, aku terus dalam keadaan seperti ini hingga 1 jam, aku mencoba memejamkan  mataku, ku merasakan sekujur tubuhku menjadi dingi, tiba-tiba cairan dingin dan kental mengalir dari gidungku. Secepatnya ku mengambil cermin dan melihat diriku. “Darah” itulah yang terlihat, aku melihat darah segar mengalir dari hidungku. Tiba-tiba nafas ku benar-benar sesak, jantungku berdegup amat kencang. Aku mulai tidak dapat merasakan diriku lagi, semuanya dingin, pandanganku semakin kabur, lambat laun semuanya menjadi gelap, dan aku benar-benar tidak bisa bernafas. Jantungku tak lagi berdetak dan tubuhku membeku. Itulah yang kurasakan di malam itu. “Sebuah KEMATIAN”****  Ku merasakan secerach kehangatan menyentuh kulitku, aku terbangun dan mendapati diriku masih bernyawa, bahkan aku bisa bernafas normal. Tidak.! Apa yang terjadi? Aku benar-benar merasa tubuhku tak berfungsi lagi semalam. Aku mencoba menapakkan kaki ku di lantai, mencoba menggerakkan semua anggota tuguhku, semuanya berjalan normal. Apa? Apakah aku hanya bermimpi? Apa semuanya hanya khayalan semata? Aku harap begitu, karena aku takut jika semuanya benar. Aku menyalakn tv, betapa terkejutnya aku ketika ku tau bahwa hari telah berjalan seminggu lamanya. Tidak.!! Jadi semuanya nyata?! Jadi… seminggu ini aku mati?!! Dan sekarang aku bangkit dari kematian? Begitukah? Aku tidak bisa berpikir positif lagi namun hanya 2 hal yang aku tau dan aku yakini..“1. Aku benar-benar merasakan semuanya, aku tau ini semua nyata.” “2. Aku membutuhkan obat tidur, agar aku selalu bisa tidur sebelum tengah malam.. karena ini semua pasti akan terjadi lagi…”THE END


0 komentar:

Posting Komentar